Wall Street akhiri reli setelah terbabit data pengangguran yang suram

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID awut-awutan NEW YORK . Reli dalam Wall Street berakhir setelah besar dari tiga indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) tersebut ditutup melemah dari situasi tertingginya sepanjang masa.  

Rabu (25/11), indeks Dow Jones Industrial Average turun 173, 77 poin atau 0, 58% menjadi 29. 872, 47. Serupa, indeks S& P 500 melemah 5, 76 poin atau 0, 16% ke 3. 629, 65. Hanya ruang Nasdaq Composite yang naik 57, 08 poin atau 0, 47% jadi 12. 094, 40.

Dari 11 zona utama pada indeks S& P 500, tujuh mengakhiri sesi di zona merah, dengan energi menjalani persentase kerugian terbesar.

Baca Juga: Wall Street terhantam kenaikan klaim pengangguran dan kasus baru corona AS

Sektor perbankan yang sensitif secara ekonomi selalu melemah, dengan indeks S& P 500 Banks turun 0, 7%.

Indeks S& P 500 ditutup melemah setelah jumlah pemutusan ikatan kerja (PHK) di pekan semrawut melonjak. Ini membuat klaim pengangguran di AS bertambah setelah penguncian baru yang dilakukan sejumlah negeri bagian untuk menahan lonjakan infeksi Covid-19.  

Departemen Tenaga Kegiatan AS melaporkan, klaim pengguran buat pekan lalu meningkat menjadi 778. 000 dari 748. 000 pada minggu sebelumnya.

Ini membuat pelaku pasar pun kehilangan minat terhadap aset berisiko. Alhasil, indeks Dow Jones dan S& P 500 pun melemah dari rekor penutupan tertinggi yang dibuat pada sesi perdagangan Selasa (24/11).  

Tengah itu, sektor teknologi yang awet terhadap dampak pandemi virus corona dan perusahaan pemimpin pasar dengan terkait dengan teknologi membantu melindungi indeks Nasdaq tetap melaju di zona hijau.  

“Ini merupakan pergulatan berkelanjutan antara virus serta vaksin, ” kata Tim Ghriskey, Chief Investment Strategist Inverness Counsel pada New York.  

“Ada keterangan yang terjadi bahwa sementara vaksin akan mulai didistribusikan dengan lulus cepat, virus tidak segera jatuh dan oleh karena itu periode untuk perbaikan ekonomi semakin didorong, ” lanjut Ghriskey.

Berbagai data yang dirilis sebelum liburan Thanksgiving, didominasi oleh kenaikan klaim pengangguran yang tidak terduga selama besar minggu berturut-turut. Ini menunjukkan kalau pembatasan baru untuk memerangi lonjakan kasus virus corona dapat menghambat pemulihan pasar tenaga kerja yang sedang kesulitan.

“Data ekonomi tak bagus, dan kami tahu itu tidak akan baik untuk kira-kira waktu mengingat gelombang baru virus ini, ” tambah Ghriskey.

Pasar tampaknya mengulang perdagangan di dua minggu sebelumnya, yang dimulai dengan aksi beli yang didorong oleh berita vaksin yang menjanjikan. Namun akhirnya beralih kembali ke tipuan yang lebih mengutamakan keuntungan masa tetap di rumah pada realitas pandemi jangka pendek dan kurangnya stimulus fiskal baru.

Baca Juga: Spanyol bakal membatasi perayaan Natal hanya untuk enam orang?

Sebelumnya, perkembangan vaksin serta penghapusan ketidakpastian seputar pemilihan pemimpin AS telah mendorong indeks Wall Street ke rekor penutupan tertinggi, dan menempatkan kinerja S& P 500 pada bulan November dalam jalur perdagangan terbaik yang sudah ada.

Pelaku pasar percaya bagian AS memiliki lebih banyak kawasan untuk naik. Jajak pendapat Reuters belum lama ini menunjukkan, analis percaya S& P 500 akan naik 9% antara sekarang dan akhir 2021.  

Indeks telah melonjak kira-kira 66% sejak anjlok yang disebabkan oleh virus corona pada bulan Maret dan naik sekitar 12% sepanjang tahun ini.

Tesla Inc, yang melampaui $ 500 miliar kapitalisasi pasar pada hari Selasa, memperpanjang keuntungannya sebesar 3, 4%. Ini bahkan terjadi setelah penyelenggara mobil listrik membatalkan sekitar 9. 500 kendaraan.

Perusahaan juga berencana untuk mulai memproduksi pengisi daya kendaraan listrik di China mulai tahun depan, menurut dokumen dengan diserahkan ke otoritas Shanghai.

 

 

<! —

gong2deng –>

Editor: Anna Suci Perwitasari

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;