Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Nusantara (Pefindo) menurunkan peringkat PT Pindad (Persero) dan Jalan Term Notes (MTN) 2017 Seri D-E ke BBB+ dari idA-. Tindakan pemeringkatan itu terkait dengan rencana Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dari investor buat melakukan restrukturisasi atas MTN 2017 Seri D sebesar Rp125 miliar.

“Surat utang itu akan jatuh tempo pada 6 Desember 2020 dan Seri E sebesar Rp393 miliar yang akan jatuh tempo di 7 Desember 2020. Awalnya Pindad berencana melunasi MTN yang hendak habis waktu tersebut menggunakan kombinasi pinjaman bank, pembayaran pelanggan dan lagak korporasi, namun rencana itu jadi tidak dapat terwujud secepat dengan direncanakan, ” kata Pefindo di dalam keterangan resmi pada Jumat (4/1).

Lanjut Pefindo, Pindad telah memakai saldo kas dan fasilitas pinjaman bank untuk melunasi MTN 2017 Seri A, B, dan C yang sudah jatuh tempo di akhir November 2020 lalu. Namun pembayaran pelanggan yang diharapkan, cuma dapat direalisasikan pada akhir Desember 2020, setelah tanggal jatuh waktu MTN.

“Kami merevisi prospek status perusahaan menjadi CreditWatch dengan asosiasi negatif mengingat Pindad belum mencapai kesepakatan mengenai rencana restrukturisasi MTN dengan investornya, sementara Perusahaan sedang mencari alternatif pendanaan lain buat menyelesaikan MTN yang jatuh waktu dalam waktu yang terbatas, ” jelas Pefindo.

Baca Juga: Menteri Edhy borong 200 Senapan Serbu produk pindad, buat apa?

Pefindo menyatakan obligor secara peringkat BBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan masa panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh sebab perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Tanda Tambah (+) membuktikan bahwa peringkat yang diberikan nisbi kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat membayangkan pandangan kami atas dukungan negeri yang kuat kepada Pindad terutama karena peran utamanya dalam pembuatan produk militer, pendapatan yang stabil dari segmen bisnis amunisi, & diversifikasi produk.

Namun, peringkat dibatasi oleh ketergantungan Pindad yang cukup tinggi pada anggaran negara, jadi rentan terhadap proses pengadaan pemerintah dan juga pemotongan anggaran.

Juga struktur permodalannya yang agresif & perlindungan arus kas yang lesu, serta paparan pada fluktuasi nilai bahan baku dan komponen.

“Kami akan menurunkan peringkat apabila PIND gagal mendapatkan pendanaan dan/atau batal mencapai kesepakatan dengan pemegang MTN 2017 Seri D-E dalam kaum hari mendatang. Kami dapat menghapus peringkat dari CreditWatch dengan implikasi negative apabila PIND memiliki sumber pendanaan yang cukup untuk memenuhi dan/atau mencapai kesepakatan dengan investor MTN Seri D-E 2017 yang akan jatuh tempo, ” membentangkan Pefindo.

Baca Juga: Ini alasan Pindad pilih Astra untuk produksi Maung

Pindad awalnya didirikan pada tahun 1808, merencanakan dan memproduksi berbagai macam keluaran militer terutama untuk pemerintah Nusantara, namun juga dijual ke pemerintah asing. Produk utamanya termasuk munisi kaliber kecil, senapan serbu, dan kendaraan lapis baja.

Operasinya dibagi menjadi enam segmen bisnis pati yakni amunisi, senjata, kendaraan khusus, bahan peledak komersial, mesin industri, dan cor dan tempa.

Bertambah dari 70% pendapatannya selama lima tahun terakhir berasal dari layanan terkait industri pertahanan, sementara hanya 5% yang dihasilkan dari perikatan di luar negeri. Perusahaan sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah watak kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menjawab Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;. article__box flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;. article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;. article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;. article__title a: hover color: #f38d21;. article__title display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;. showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flexbottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block;font-size: 18px;max-height: none; .article__img img.imejwidth: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- artikel selanjutnya popup */

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong11deng –>
<! —

PT PINDAD

gong11deng –>