Praja Mandiri Industri seluas 1

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Multi Optimal Sejahtera mengembangkan proyek kota mandiri serta kawasan industri seluas 1. 181, 82 hektare bertajuk Jatiluhur Industrial Smart City (JISC). Sebelumnya, perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perum Tirta Jasa II dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN untuk memajukan kawasan industri ini pada Senin (5/11/2018) silam.

Penandatanganan MoU pengembangan kawasan industri JISC dilakukan antara Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro, Direktur Pati PGN Gigih Prakoso, dan Kuasa Direksi PT Multi Optimal Sentosa Hadi Setiadarmaho.

Dalam pengembangan dan pembangunan daerah industri JISC, perusahaan menggandeng PGN dan Perum Jasa Tirta II untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan pihak industri.

Mengucapkan Juga: Air terjun yang punya warna hijau alami, Curug Tilu Purwakarta

Dengan demikian, kawasan industri ini nantinya menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni kawasan. Perlu diketahui, lokasi proyek JISC berada di Pekerjaan Industri, Hegarmanah, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, dengan nilai investasi sebesar Rp 4 triliun.

Pengembangan rencana JISC terdiri dari tiga periode yakni, fase pertama dengan pengembangan seluas 369, 62 hektare, periode 2 seluas 440, 58 hektare, dan fase 3 seluas 371, 63 hektare.

Pada fase pertama seluas 369, 62 hektare mau dikembangkan dalam lima zona yaitu, area industri seluas 145, 52 hektare, residensial dan taman lingkungan seluas 77, 43 hektare, serta pusat komersial seluas 33, 53 hektare. Kemudian, zona infrastruktur, bak, jalan, jalan tol, area hijau dengan total luas 112, 79 hektare.

Lalu pada fase kedua seluas 440, 58 hektare akan dikembangkan dalam empat zona yaitu, area industri (termasuk kantin) seluas 238, 43 hektare, residensial serta taman lingkungan seluas 57, 13 hektare, dan pusat komersial seluas 24, 57 hektare.

Sementara di dalam zona infrastruktur, jalan, jalan pungutan, dan area hijau akan memasukkan luas 118, 7 hektare. Serupa halnya dengan fase kedua, periode tiga juga akan mencakup perluasan empat zona yaitu area pabrik menempati luas 211, 31 hektare.

Selanjutnya, residensial dan lingkungan taman seluas 1, 45 hektare, sentral komersial dengan luas 15, 63 hektare, serta area infrastruktur, bak, jalan, jalan tol dan area hijau seluas 127, 56 hektare.

Pada zona industri direncanakan mempunyai kelola infrastruktur dan utilitas bentuk yang baik, mulai dari instalasi pengolahan air dan limbah,   stasiun utama untuk listrik, jaringan telekomunikasi dan gas untuk mengesahkan bahwa pembangunan dapat diandalkan serta efisien.

Sehingga, setiap karyawan dengan bekerja di kawasan tersebut mampu terlayani dengan baik kebutuhan sehari-harinya. Sementara pada zona residensal & komersial akan didominasi dengan permukiman campuran kepadatan rendah ke tinggi, mulai dari perumahan, apartemen, had perhotelan.

<! —

gong2deng –>

Editor: Yudho Winarto

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;