Penyaluran kredit UMKM masih loyo, itu penyebabnya

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Walau regulator dan pemerintah telah mengeluarkan sederet stimulus kredit, intermediasi ke segmen usaha mikro, mungil dan menengah (UMKM) tercatat sedang terkontraksi. Bank Indonesia (BI) mendokumentasikan per Oktober 2020 kredit UMKM masih turun 1, 6%. Melanjutkan penurunan di bulan sebelumnya satu, 5%.  

Bila dirinci kemerosotan ini disebabkan oleh kredit mikro yang turun 10, 1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 238, 9 triliun. Lebih perlahan-lahan dari laju bulan sebelumnya. Tengah kredit menengah terpantau stagnan dan kredit kecil berhasil tumbuh 4, 1% yoy.  

Beberapa bankir yang dihubungi Kontan. co. id menjelaskan suruhan kredit di sektor perbankan masa ini masih dalam fase pemulihan. Artinya, sangat wajar bila rekognisi UMKM belum maksimal, sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi pergeseran dan mempengaruhi iklim bisnis debitur.  

Baca Selalu: Esta Dana Ventura dapat fasilitas kredit dari Bank Sahabat Sampoerna Rp 200 miliar

Direktur BCA Santoso Liem pun mengamini kalau kredit komersial dan UKM benar terkontraksi sebesar 4, 9% secara yoy menjadi Rp 182, tujuh triliun. Secara year to date (ytd) kontraksinya juga lebih besar mencapai -9, 9%. Ke depan, BCA tengah berupaya mendorong segmen UMKM.  

Salah satunya dengan mengembangkan program bertajuk Bangga Lokal, sebagai wadah promosi, edukasi, pemasaran tenggat pembiayaan modal kerja bagi UMKM yang menjadi mitra perusahaan.  

Sementara itu, PT Bank BRI Agroniaga Tbk (BRI Agro) mengutarakan di kuartal III 2020 pengaruh perseroan tumbuh positif 8, 34% yoy menjadi Rp 19, 9 triliun. Sekretaris Perusahaan BRI Agro Hirawan Nur bilang pertumbuhan tersebut juga didorong kredit UKM dengan naik 7, 69% yoy. Begitu juga kredit ritel yang terangkat cukup agresif 9, 16%.  

“Target BRI Agro di 2020 adalah pertumbuhan kredit sebesar 4% yoy mengingat adanya Pandemi sehingga kita melakukan revisi sesuai secara kondisi yang ada, ” katanya kepada Kontan. co. id, Selasa (1/12).  

Mengaji Juga: Perkuat pangkal, Bank Bisnis bakal menggelar rights issue Rp 290 miliar

Lebih lanjut, Hirawan menjelaskan meskipun kredit tetap muncul pihaknya saat ini mengalami penurunan pendapatan bunga sebesar -2, 6%. Ini artinya, memang ada perlambatan realisasi kredit dibanding kondisi wajar yang disebabkan adanya pemberian relaksasi kredit.  

Hal itu bisa menjadi jawaban atas masih lesunya kredit UMKM secara industri. Namun, ke depan diperkirakan segmen ini bisa tumbuh lebih tinggi bahasa dengan stimulus yang diberikan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  

<! —

gong2deng –>

Editor: Tendi Mahadi

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;