Negeri Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api mandek di Pemda

KONTAN. CO. ID porakporanda JAKARTA . Kelangsungan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Obor Api, Sumatra Selatan terhambat pada Pemerintah Daerah (Pemda).

Ketua Komisi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyebut pengembangan KEK masih menunggu Gubernur Sumsel. Gubernur Sumsel sebagai Ketua Dewan Negeri harus memutuskan beberapa hal.

“Gubernur sebagai ketua dewan kawasan harus putuskan tentang luas kawasan KEK dan siapa yang akan kembangkan, karena ada beberapa pihak yang terlibat, ” ujar Wahyu saat dihubungi Kontan. co. id, Selasa (27/10).

Hal serupa selalu disampaikan oleh Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto. Enoh bilang Dewan Nasional KEK telah menetapkan kawasan untuk KEK tersebut.

Baca Juga: Bos Freeport enggan bangun smelter baru, ini respons Kementerian ESDM

“Tapi belum ada progres tindak tinggi dari keputusan Dewan Nasional itu oleh  pemerintah Provinsi Sumsel, ” terang Enoh.

Masalah kepastian tersebut disebut Enoh hanya terjadi di KEK Tanjung Api Api masa ini. Enoh berharap masalah penetapan kawasan tersebut tidak terjadi ke depan.

Hal itu mengingat adanya aturan baru mengenai pengusulan KEK yang diatur dalam Undang Menjemput Cipta Kerja. Salah satunya melanda minimal kepemilikan lahan 50% sebelum KEK diusulkan.

“Mudah-mudahan UU Membangun Kerja bisa mempercepat penyelesaian masalahnya, ” jelas Enoh.

Sebagai bahan selain KEK Tanjung Api Obor, pada tahun ini terdapat besar KEK yang sedang dalam cara. Antara lain adalah KEK Nongsa Digital Park dan KEK Maintenance Repair & Overhaul (MRO) pada Batam.

 

 

 

gong2deng –>

Editor: Noverius Laoli