Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Okupansi penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) pada kuartal III-2020 menggila 452% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.  

Kenaikan jumlah penumpang diprediksi akan kembali terjadi. Memikirkan, di bulan Oktober 2020 itu, Pelni akan mengoperasikan 25 sejak 26 kapal penumpang. Salah satu diantaranya adalah docking KM Pangrango.

Pelabuhan tujuan Kapal Pelni masih ada beberapa yang ditutup yaitu sebanyak 18 pelabuhan karena adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah (pemda). Oleh karena itu, manajemen tetap mendorong pemerintah daerah di 18 wilayah pelabuhan yang masih melakukan  penutupan terbatas agar segera mengambil diri mengingat periode akhir tahun yang akan memasuki masa peak season .

Besar Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, perusahaan selalu menjalankan aturan kesehatan secara ketat selama proses naik turun penumpang.  

Baca Juga: Pelni siap operasikan 23 kapal per September 2020, berikut jadwalnya

“Protokol kesehatan layanan kapal penumpang PELNI telah menjalankan pemeriksaan oleh pihak KNKT dan mendapatkan pengakuan yang memenuhi standar KNKT. Karena itu awak siap menjelaskan ini ke pihak Pemda untuk meyakinkan bahwa Kapal PELNI sudah memenuhi standar aturan kesehatan dan siap melayani masyarakat di 18 wilayah yang sedang melakukan penutupan terbatas, ” nyata dia saat paparan kinerja kongsi, Jumat (16/10).

Yahya menambahkan, terdapat 50. 000 lebih masyarakat yang memanfaatkan 18 pelabuhan tersebut tidak bisa menjalani aktivitas sosial ekonominya secara normal.  
“Kami turut prihatin kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi atas penutupan pelabuhan yang masih berlangsung sampai sekarang, ” ungkap Yahya.

Jadi informasi, wilayah Papua menjadi provinsi dengan jumlah pelabuhan terbanyak yang masih membatasi akses pelabuhannya semenjak 26 September 2020. Di Papua, terdapat tiga pelabuhan yang melakukan penutupan penuh (Nabire, Agats, serta Merauke) dan empat pelabuhan dengan penutupan terbatas (Fakfak, Sorong, Serui, Jayapura).  

“Penutupan terbatas dilakukan dengan membatasi jumlah penumpang yang naik atau turun kapal dalam wilayah tersebut, disamping surat-surat dengan wajib dimiliki penumpang yang mau turun atau naik di pelabuhan. Sementara penutupan penuh sama sekadar tidak memberikan akses sandar kepada kapal, sehingga tidak dapat melaksanakan proses naik turun penumpang, ” papar Yahya.

Menangkap Juga: Pelni maksimalkan layanan penumpang dengan protokol kesehatan ketat

Pelabuhan yang melakukan penutupan penuh antara lain Provinsi Maluku (Namrole dan Saumlaki); Provinsi Kepulauan Riau (Kijang, Letung, dan Tarempa); Kalimantan Timur (Bontang); Jawa Tengah (Karimun Jawa); dan Provinsi NTT (Lewoleba). Tatkala pelabuhan yang melakukan penutupan terbatas antara lain Karimun Jawa (Jawa Tengah); serta Kisar, Moa, serta Tepa (Maluku).

Yahya juga menambahkan, permintaan maaf kepada masyarakat yang dilayani KM Pangrango karena pesawat tersebut masih menjalani pemeriksaan dan perawatan kelaiklautan selama bulan Oktober.  

“Perawatan ini harus dikerjakan untuk memastikan kapal Pelni di dalam keadaan prima untuk melayani pikulan Natal dan Tahun Baru kelak, ” terang Yahya.

DONASI, Dapat Voucer Percuma!
Dukungan Anda akan menambah spirit kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas mengindahkan Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
TRANSPORTASI

gong9deng –>