Ketika Pedagang Handphone Masuk ke Bisnis Smart Home

ILUSTRASI. Amben Erafone dari PT Erajaya Mandiri Tbk

KONTAN. CO. ID – JAKART. Kini segenap berada di genggaman dan sentuhan jari. Tak hanya mengatur finansial dengan uang digital, saat itu semua pekerjaan rumah juga mampu diselesaikan memakai smartphone. Mulai sejak menyalakan lampu hingga membersihkan vila.

Ya, inilah yang dinamakan konsep smart home. Dalam beberapa tahun final, kian banyak  rumah yang dikembangkan dengan mengedepankan aplikasi teknologi. Beragam fitur diupayakan untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Awalnya, nama smart home identik dengan penerapan teknologi yang melekat pada fisik bangunan, seperti instalasi air, pendingin udara, lampu, ataupun sistem ketenteraman. Tapi  belakangan konsep rumah berpengetahuan ini juga mulai merambah di dalam beberapa produk elektronik rumahtangga. Salah satunya: penyedot debu.  

PT Erajaya Swasembada Tbk pun baru-baru tersebut merilis Roidmi. Ini  produk jalan pembersih buatan anak usaha Xiaomi. Pengoperasiannya memakai telepon pintar. Berkat kerjasama antara Roidmi Internasional & Erajaya, seri vacuum cleaner Roidmi untuk pertama kalinya bisa dipasarkan di Indonesia.  

Ada 4 macam cordless handheld vacuum cleaner yang ditawarkan, yaitu portable cordless vacuum cleaner P1, 2 in 1 cordless vacuum cleaner S1 E, 2 in 1 cordless vacuum cleaner S1 special, dan the new 3 in 1 cordless vacuum cleaner X20.

Produk Roidmi itu dipasarkan secara offline di segenap jaringan toko Urban Republic. Sedangkan untuk online, dapat dibeli mencuaikan disitus e-commerce milik Erajaya, yaitu Eraspace. com, atau melalui melalaikan layanan WhatsApp.  

Beberapa tahun final Erajaya memang cukup masif melangsungkan diversifikasi usaha di luar usaha handset. Hasan Aula, Wakil Kepala Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk, bilang, jika ingin terus bertumbuh, pihaknya harus terus berevolusi bersamaan perubahan zaman, mengikuti perilaku konsumen dan menangkap peluang pasar secara portofolio produk yang menarik serta relevan.  

Jika dilihat, produk peranti rumahtangga yang kini dipasarkan rata-rata berbasis internet of thing (IoT). Produk itu juga bisa terkoneksi internet. “Dengan smart home orang bisa melakukan kegiatan di rumah dengan menggunakan teknologi, ” jelasnya.  

Tak hanya penyedot debu, rupanya sudah ada beberapa produk elektronik rumahtangga yang  mulai dipasarkan Erajaya sejak tahun lalu. Lihat selalu dalam situs e-commerce mereka, Eraspace. com, ada satu kanal tunggal yang diberi label Consumer Electronic. Isinya menjual produk sistem kesejahteraan, lampu, televisi, vacuum cleaner, & small appliances seperti hair dryer, juicer, dan mesin pembuat contoh.  

Tidak semuanya merupakan merek dengan sudah tenar. Beberapa produk bahkan ada yang merupakan merek terakhir yang belum pernah masuk ke pasar Indonesia. Misalnya televisi keluaran Xiaomi dan Realme, vacum cleaner Roidmi, juicer Balzano asal Italia dan mesin pembuat kopi Siroca.  

Masuknya Erajaya di bisnis elektronik rumahtangga ini berawal dari produk lampu IoT Philips Hue pada April 2019. Ini bukan semata-mata lampu. Lampu ini punya sistem pencahayaan yang bisa diatur menggunakan  smartphone. “Mungkin dapat dilihat bahwa lini produk yang kami tambahkan sebenarnya akan membangun suatu ekosistem produk yang saling melengkapi, ” urai Hasan.  

Menurut Hasan, ini adalah pengembangan derivatif dari industri smartphone yang sudah bisa diprediksi sejak dulu. Dengan perkembangan jaringan internet yang semakin baik, mau tidak mau akan semakin banyak penggunaan IoT dalam kehidupan sehari-hari.  

Berbekal pertimbangan tersebut, Erajaya lantas membidik pasar dengan karakter orang yang sadar dan mengerti teknologi. Mereka ini kalangan yang ingin menjadi trendsetter dan ingin tetap terdepan.    

Walaupun di Indonesia masyarakat dengan melek teknologi masih minim, akan tetapi bagi Hasan, itu tak menjadi soal. Ia yakin konsumen yang mengerti mengenai perkembangan produk IoT akan terus tumbuh, dan daya bisnis smart home juga masih cukup besar.  

Ini Artikel Spesial

Hanya dengan berlangganan Rp 10. 000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita alternatif, independen, dan inspiratif ini.

Reporter: RR Anak Werdiningsih
Editor: Dikky Setiawan