Jarang genap kembali diterapkan mulai Senin, simak aturannya

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan pembatasan jentera empat dengan sistem pelat cetakan ganjil genap. Kebijakan ini balik diberlakukan setelah dinonaktifkan selama penyekatan sosial berskala besar Jakarta di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Jawatan Perhubungan Syafrin Liputo membenarkan kalau kebijakan tersebut akan diberlakukan mulai Senin (3/8/2020). Nantinya peraturan itu diberlakukan pada pagi hari, yakni pukul 06. 00-10. 00 WIB, dan pukul 16. 00-21. 00 WIB.

Namun demikian, pihaknya membuat pengecualian untuk pengendara dengan bebas dari peraturan ganjil penuh.

Baca Juga: Mulai 3 Agustus ganjil genap berlaku lagi di 25 ruas jalan Jakarta, ini daftarnya

Berikut daftar pengecualian yang dirilis oleh Biro Perhubungan DKI Jakarta:

1. Instrumen bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas

2. Kendaraan ambulans

3. Kendaraan pemadam kebakaran

4. Instrumen angkutan umum dengan tanda nomor kendaraan bermotor berwarna dasar pelit

5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik

6. Kendaraan bermotor

7. Kendaraan angkutan barang khusus pengangkut bahan bakar minyak serta bahan bakar gas

8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia, yakni: a. Presiden / Wakil Presiden b. Ketua Lembaga Permusyawaratan Rakyat / Dewan Peserta, Dewan Perwakilan Daerah C. Ketua Mahkamah Agung / Mahkamah Konstitusi / Komisi Yudisial / Institusi Pemeriksa Keuangan

9. Kendaraan dinas operasional dengan tanda nomor instrumen bermotor berwarna dasar merah, TNI, dan Polri

10. Kendaraan arahan dan pejabat negara asing beserta lembaga internasional yang menjadi tamu negara

11. Kendaraan untuk menganjurkan pertolongan pada kecelakaan lalu lin

12. Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antarbank, pengisi ATM, dan pengawasan dari petugas Polri

13. Kendaraan untuk kepentingan tertentu secara pengawalan dan / sesuai dasar diskresi petugas Polri

Baca Juga: Menggubris, kebijakan ganjil genap bakal diterapkan minggu depan

gong2deng –>

Editor: Yudho Winarto