Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mewujudkan kerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan beberapa marketplace serupa Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dan Lazada meluncurkan Program Beli Buku Lokal sebagai upaya stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak COVID-19.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menjelaskan, program Kulak Buku Lokal bermula dari pendirian untuk memberikan insentif kepada bangsa pecinta buku Indonesia. Upaya dibanding pemerintah ini diharapkan akan memanifestasikan efek bola salju bagi penambahan promosi dan penjualan buku. “Artinya secara tidak langsung dapat menganjurkan manfaat bagi para pelaku kreatif di industri penerbitan yang menjelma binaan Kemenparekraf, ” kata Nia Niscaya dalam keterangan yang diterima Kontan. co. id, Sabtu (8/8)..

Baca Juga: Bisa geliatkan ekonomi, Kemenparekraf dukung Hari Belanja Diskon Indonesia

Ia mengatakan, program ini diharapkan dapat memajukan minat baca masyarakat dan kesayangan masyarakat pada buku-buku lokal. “Sehingga, efek bola saljunya besar, mengenai kelangsungan hidup industri penerbitan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat pada sendi lokal sebagai bacaan. Ketika kita berada di rumah, salah kepala hal berguna yang dapat kita lakukan adalah membaca, jadi mari ramai-ramai berbelanja selama Program Beli Buku Lokal ini, ” menjemput Nia Niscaya.

Ketua Umum Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang mendukung program Beli Sendi Lokal. “Ini merupakan program pintar, seperti sekali mendayung, beberapa peristiwa bisa tercapai, yakni peningkatan promosi dan penjualan buku, peningkatan keinginan baca dan kecintaan pada keluaran lokal, serta yang tak roboh pentingnya adalah memerangi pembajakan, ” tandasnya.

Survei IKAPI menunjukkan kalau pada masa pandemi ini sebanyak 58, 2% penerbit mengalami kemerosotan penjualan melebihi 50%, sebanyak 29, 6% penerbit mengalami penurunan penjualan antara 31%-50%, sementara 8, 2% penerbit mengalami penurunan antara 10%-30%, dan menyisakan hanya 4, 1% penerbit dengan kondisi penjualan relatif sama dengan hari-hari biasa.

Lebih lanjut, selama wabah COVID-19 berlangsung, 54, 2% penerbit menemukan adanya pelanggaran hak cipta melalui pemasaran buku mereka di loka pasar (marketplace), sebanyak 25% penerbit menjumpai pelanggaran hak cipta melalui penggolongan PDF buku mereka secara gratis, dan sebanyak 20, 8% penerbit menemukan terjadinya pelanggaran (keduanya) hak cipta dan PDF gratis.

Baca Juga: Kemenparekraf perkirakan kunjungan wisman ke Indonesia hanya 4 juta di 2020

Program Beli Buku Lokal diikuti sebab sekitar 80 lebih penerbit dengan akan menyiapkan buku-buku terbaiknya buat diserbu netizen di pasar daring. Buku-bukunya pun dijamin asli, tidak bajakan, dengan diskon berlimpah.

Agenda ini akan berlangsung mulai lantaran 7 Agustus sampai 7 September 2020. Selama periode ini masyarakat dapat membeli buku di keempat loka pasar dengan mendapatkan potongan (harga) 20%-80% dan fasilitas bebas upah kirim namun dengan syarat dan ketentuan berlaku.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang bernas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai sedekah yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
INDUSTRI KREATIF

gong15deng –>