Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –  SAO PAULO. Anvisa, regulator kesehatan Brasil, mengatakan, otoritas kesehatan China tidak transparan dalam mengizinkan penggunaan genting vaksin virus corona baru buatan  Sinovac.  

Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah berulang kali menyangsikan vaksin virus corona bertajuk CoronaVac buatan Sinovac dari China, secara mengatakan, “asal” pembuatnya tidak bisa dipercaya.

Di Sao Paulo, negeri bagian terpadat di Brasil, pihak berwenang telah mempertaruhkan vaksin Sinovac, dengan Gubernur Joao Doria, imbangan Bolsonaro, menyebutkan, negara bagiannya akan mulai vaksinasi pada Januari 2020.

Hanya, Sao Paulo tidak akan bisa mulai menggunakan vaksin virus corona Sinovac sampai dapat lampu hijau dari Anvisa.  

Baca Juga: WHO selidiki kemunculan COVID-19 macam baru di Inggris

Tidak ada informasi yang tersedia 

Sementara Anvisa telah periode bersikap apolitis, Bolsonaro telah menetapkan sekutu untuk itu dalam kira-kira bulan terakhir, memicu kekhawatiran dalam kalangan profesional kesehatan bahwa keputusannya mungkin dipengaruhi oleh pertimbangan politik.

“Brasil adalah pemimpin internasional di dalam proses evaluasi CoronaVac, ” prawacana Anvisa dalam pernyataan di situsnya seperti dikutip Reuters . “Vaksin tersebut telah mempunyai otorisasi penggunaan darurat di China sejak Juni tahun ini”.  

Tapi, “Kriteria China untuk mas otorisasi penggunaan darurat tidak transparan, dan tidak ada informasi yang tersedia tentang kriteria yang masa ini digunakan oleh otoritas China untuk membuat keputusan itu, ” sebut Anvisa.

Setidaknya, puluhan ribu orang telah menggunakan vaksin virus corona Sinovac dalam program penerapan darurat China, yang secara resmi meluncur pada Juli lalu, yang menargetkan kelompok terbatas orang-orang berisiko tinggi.  

Membaca Juga: Studi terbaru: Obat artritis bisa percepat pemulihan pasien virus corona


. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;. article__box flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;. article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;. article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;. article__title a: hover color: #f38d21;. article__title display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;. showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flexbottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block;font-size: 18px;max-height: none; .article__img img.imejwidth: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- artikel selanjutnya popup */

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

VAKSIN CORONA

gong9deng –>