Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Akhir Maret lalu, pasar modal global terheran-heran dengan nama Bill Hwang seorang trader yang kehilangan kekayaannya dari rekan saham senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 280 triliun lebih di dua hari. Dalam keterangan khusus Bloomberg Businessweek yang mengutip dari South Morning China Post digambarkan kalau Hwang merupakan trader dengan hebat sebelum ia kematian duit itu semua.  

Lalu siapa Hwang pria 57 tahun itu?

Hwang seorang Korea-Amerika Konsorsium ini memulai investasinya pada saham tahun 2013 secara US$ 200 juta had bisa berlipat berlipat berpasangan.  
Yang seandainya dia mau mencairkan uangnya pada awal Maret, Hwang mungkin akan masuk sebagai daftar miliarder dunia. Menariknya jika miliarder lain banyak yang terikat dengan banyak aset, Hwang benar-benar asli uangnya dalam bentuk berhenti.

Catat! Jumat 26 Maret 2021 menjadi lakon kegagalan investasi paling spektakuler dalam sejarah pasar modal modern dengan Hwang Berhubungan perusahaannya Archegos Capital Management. Belum ada siapapun yang kehilangan duitnya sebegitu penuh dalam dua hari.  

Mengaji Juga: Sebesar Ini Prediksi Kerugian yang Ditanggung Perbankan Akibat Pembicaraan Archegos

Hwang memang tidak terlalu dikenal oleh banyak orang. Yang mengenal Hwang hanya ada di lingkaran kecilnya seperti jemaat gerejanya, mantan hedge fund yang sudah bekerja dengannya dan segelintir bankir.  

Hwang bak paus yang tak pernah kelihatan, namun tiba-tiba meledak dengan kegagalannya. Archegos memang  tidak pernah menonjol dalam pengajuan peraturan yang mengungkapkan pemegang saham pokok saham publik.  

Hwang menggunakan swap, sejenis derivatif yang memberikan investor eksposur terhadap keuntungan atau kerugian aset yang mendasarinya tanpa memilikinya secara tepat. Hal ini menyembunyikan nama dan ukuran posisinya. Bahkan perusahaan yang mendanai investasinya tidak dapat melihat sketsa besarnya.

Itulah sebabnya, pada hari Jumat, 26 Maret, ketika investor pada seluruh dunia mengetahui bahwa sebuah perusahaan bernama Archegos telah gagal membayar pinjaman yang digunakan untuk membentuk portofolio senilai US $ 100 miliar, pertanyaan prima adalah, “Siapa sebenarnya Bill Hwang? ” 

Hwang menggunakan skema leverage atau pinjaman untuk meningkatkan investasinya lima kali lipat. Bank-bank investasi besar berada pada belakang Hwang.   Credit Suisse, salah satu pemberi pinjaman Hwang, kehilangan US $ 4, 7 miliar, dan beberapa eksekutif teratas, termasuk kepala bank investasi, telah dipaksa keluar. Nomura Holdings menghadapi kerugian sekitar US $ 2 miliar.

Hwang memang jauh dari gembar-gembor seorang miliarder yang kehidupan mewahnya banyak menghiasi televisi ataupun tulisan kabar di Amerika Serikat. Dengan kekayaannya yang miliaran, Hwang memang memiliki kesibukan yang sederhana. “Saya muncul dalam keluarga pendeta. Kami miskin, ” katanya dalam video yang direkam di Gereja Komunitas Metro New Jersey pada tahun 2019.  

Ia tak memiliki penthouse, juga tidak memiliki jet pribadi.   Hwang Cuma memiliki rumah di pinggiran kota New Jersey dan mengendarai instrumen SUV Hyundai.  

Bukan cuma soal kesederhanaan saja. Dari orang-orang terdekatnya Hwang juga dikenal mengabdikan dirinya dan kekayaannya untuk gereja.    

Hwang dikenal telah menjadi pilar komunitas gerejanya. Yayasannya Grace and Mercy Foundation memberi jutaan dolar setahun untuk sebagian besar tujuan misionaris Kristen. The Fuller Foundation dan Fuller Theological Seminary di Pasadena, California, dan Washington’s Museum of the Bible adalah besar dari penerima manfaat terbesarnya.  

Lainnya, di New York, termasuk Bowery Mission dan King’s College, sekolah seni liberal Kristen.

Hwang juga suka menyelenggarakan acara membaca Alkitab di kantor yayasannya.   Saat makan malam memukul 18. 30 pada keadaan Senin, makan siang memukul 12. 30 pada hari Rabu, dan saat dasar pukul 7 pagi dalam hari Jumat.  

Hwang mengatakan dia mema setidaknya 90 jam semasa setahun untuk mencerna segenap Alkitab. Hwang terlibat baik dengan kelompok bernama Liberty di Korea Utara, atau Link, yang telah positif sekitar 1. 300 masyarakat Korea Utara melarikan diri dari rezim.  

“Dia tidak menggunakan Tuhan sebagai kedok, Dia tumbuh dengan itu, ” sirih Jensen Ko, seorang relasi Hwang di Archegos.

 


. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong11deng –> <! — prev ivs script

gong11deng –>
<! —

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

gong11deng –>